Babinsa Koramil 07/Mandiraja dan Bhabinkamtibmas Amankan Pentas Seni Kuda Lumping
Mandiraja
Banjarnegara - Babinsa Babinsa Koramil 07/Mandiraja Serda Galih Raharja dan Bhabinkamtibmas Polsek Mandiraja Bripka Taufik amankan pentas seni kuda lumping, dalam rangka tasyukuran khitan yang digelar Bapak Misno warga RT 02 RW 01 Desa Kebanaran Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara, Kamis (31/08/2023).
Kesenian kuda lumping atau kerap yang disebut ebeg merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok Prajurit penunggang kuda. Kuda yang di gunakan dalam tarian ini bukanlah kuda sungguhan, namun kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dibentuk serta dihiasi menyerupai kuda. Tarian ini sangat populer di masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri, hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain, Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda Galih menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh penonton, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung.
“Saya minta untuk saling membantu keamanan selama acara berlangsung. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kegiatan berlangsung tertib aman dan lancar,” pesan Serda Galih ketika memberikan sambutan.
What's Your Reaction?